KRL Jabodetabek di Indonesia

KRL Jabotabek (yang sekarang dikenal bernama KA Commuter Jabodetabek) adalah jalur kereta rel listrik yang dioperasikan oleh PT KAI Divisi Jabotabek sebelum berubah nama menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek. KRL Jabotabek telah beroperasi sejak tahun 1976, yang melayani rute komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serpong

KRL yang melayani jalur ini terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas ekonomi, kelas ekonomi AC, dan kelas ekspres yang menggunakan pendingin udara.

Jalur komuter Jabodetabek melewati beberapa stasiun besar seperti Jakarta Kota, Gambir, Gondangdia, Jatinegara, Pasar Senen, dan Manggarai.

Sejarah pendirian KA Commuter Jabodetabek

PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.

Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.

PT KAI Commuter Jabodetabek ini akhirnya resmi menjadi anak perusahaan PT Kereta Api (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akte Pendirian No. 415 Notaris Tn. Ilmiawan Dekrit, S.H.

Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta. Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT Kereta Api (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT Kereta Api (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek. Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter” saja) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabodetabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

Rute KRL normal dengan nama-nama stasiun

Rute KRL ekspres

Rute Pusat / Lingkar Kota

Jalur ini melingkari pusat kota (downtown) Jakarta yang menghubungkan Manggarai, Sudirman, Tanahabang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai.

KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi AC Ciliwung beroperasi sejak 30 November 2007 yang berhenti di setiap stasiun. Pada tahap awal dijalankan untuk jalur lingkar kanan (searah jarum jam) dari Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai.

Harga karcis untuk satu putaran ataupun satu stasiun (tarif rata) adalah Rp 3.500.

Jalur Bogor/Selatan

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanah Abang ke stasiun Depok hingga Stasiun Bogor, dan melewati beberapa stasiun seperti Juanda, Gambir, Manggarai, Pasar Minggu, Universitas Indonesia, Citayam, dan Bojong Gede.

Layanan KRL di jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor yang berhenti di setiap stasiun kecuali stasiun Gambir.

Tarif Karcis:

  1. Bogor – Depok Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 2.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 60.000,-
  2. Bogor – Bojonggede s/d Depok. Rp. 1.500,-
  3. Bogor – Cilebut Rp. 1.000,-
  4. Cilebut – Pasar Minggu Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 2.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 50.000,-
  5. Cilebut – Depok Baru s/d Pasar Minggu Rp. 1.500,-
  6. Cilebut – Bojonggede s/d Depok Rp. 1.000,-
  7. Depok – Pasar Minggu Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 1.500,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 45.000,-
  8. Depok – Pasar Minggu Rp. 1.000,-
  9. Pasar Minggu – Jakarta Kota/Tanah Abang P.P. Rp. 1.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 35.000,-

(Tarif sama berlaku pada arah sebaliknya)

  • KRL Ekonomi AC relasi Bogor/Bojonggede/Depok-Jakarta Kota/Tanah Abang/Angke yang berhenti di setiap stasiun kecuali di stasiun Gambir (berjalan langsung).

Tarif karcis rata, Rp 5.500,- , KTB Rp 185.000,- , dan Kartu Langganan Sekolah Rp. 65.000,-.

  • KRL Pakuan Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok (tidak setiap rangkaian), Bojong Gede, dan Bogor.

Harga karcis adalah Rp 11.000,-

  • KRL Bojonggede Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bojonggede P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Universitas Indonesia (tidak setiap rangkaian), dan berakhir di stasiun Bojonggede.

Harga karcis adalah Rp 11.000,-.

  • KRL Depok Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Depok P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok Baru (tidak setiap rangkaian), dan berakhir di stasiun Depok.

Harga karcis adalah Rp 9.000,-.

Jalur Bekasi/Timur

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanahabang/Tanjung Priok ke Stasiun Bekasi hingga Cikarang, dan melewati beberapa stasiun seperti Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, Klender, Cakung, Kranji, Tambun, dan Cibitung.

Beberapa KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun, dengan jurusan:
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Pasar Senen
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Juanda
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Tanah Abang

Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Bekasi) adalah Rp 1.500 dan abodemen Rp 45.000, sedangkan tarif Jakarta Kota-Klender Baru hanya sebesar Rp 1.000

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanjung Priok-Cikarang yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Cikarang) adalah Rp 2.000 dan abodemen Rp 45.000

  • KRL Ekonomi AC Jakarta Kota/Tanjung Priok-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis adalah Rp 4.500

  • KRL Bekasi EkspresJakarta Kota/Tanah Abang-Bekasi, dengan jurusan:
    • Jakarta Kota-Bekasi, yang berhenti di stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Klender Baru, Cakung (tidak setiap rangkaian), Kranji, dan Bekasi.
    • Tanah Abang-Bekasi, yang berhenti di stasiun Sudirman, Klender Baru, Kranji dan Bekasi.

Harga karcis adalah Rp 9.000

Jalur Serpong/Barat

Jalur ini menghubungkan stasiun Tanah Abang/Manggarai/Jakarta Kota ke stasiun Serpong, dan melewati beberapa stasiun seperti Sudirman, Palmerah, Kebayoran, Pondokranji, Sudimara, dan Rawabuntu.

Diperkirakan pada 2012, layanan KRL akan diperpanjang secara resmi sampai dengan stasiun Maja. Selama ini, hanya KRL Ekonomi AC Ciujung pada siang hari yang perjalanannya diperpanjang sampai stasiun Parungpanjang.

Layanan KRL di jalur ini:

  • KRL Ekonomi Serpong-Tanah Abang yang berhenti di setiap stasiun.

Harga Karcis Rp. 1.500,-

  • KRL Sudirman Ekspres Manggarai-Serpong P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Sudirman, Tanah Abang, Palmerah , Pondok Ranji, Sudimara, dan Serpong.
  • KRL Serpong Ekspres Jakarta Kota-Serpong P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Kampung Bandan, Tanah Abang, Palmerah , Pondok Ranji, Sudimara, dan Serpong.

Harga karcis sebesar Rp 8.000,-

  • KRL Ekonomi AC (Ciujung) Tanah Abang-Serpong yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis sebesar Rp 4.500,- (Manggarai/Tanah Abang-Serpong P.P.) dan Rp. 5.000 (Manggarai/Tanah Abang-Parung Panjang P.P.)

Selain itu, jalur ini juga dilayani oleh KA ekonomi langsam dan KA patas dengan tujuan Jakarta Kota/Tanah Abang – Rangkasbitung sampai dengan Merak.

[sunting] Rute Barat

Beberapa KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Tangerang yang berhenti di setiap stasiun.
  • KRL Benteng Ekspres Jakarta Kota/Manggarai-Tangerang yang berhenti di beberapa stasiun seperti Kampung Bandan, Duri, Dukuh Atas, dan Poris.

Rute Wisata

Sejak Juli 2005, PT KAI Commuter Jabotabek bekerjasama dengan PT. Taman Impian Jaya Ancol menyediakan kereta wisata pada hari Minggu dan libur. Kereta wisata ini berangkat dari Bogor, Bekasi, Serpong, dan Tangerang dengan tujuan akhir Ancol. Harga tiket Rp 22.500 untuk pulang-pergi ditambah tiket masuk Ancol.[2]

[sunting] Tiket Berlangganan Pelajar Sekolah

Untuk memudahkan pada pelajar SD/SMP/SMA dan sederajat untuk berpergian dengan KRL Jabodetabek ke sekolahnya, PT. KAI Commuter Jabodetabek juga mengeluarkan tiket berlangganan khusus Pelajar Sekolah Dasar dan Menengah, yang dinamakan Kartu Langganan Sekolah atau KLS. KLS Berlaku selama satu bulan tiap periodenya dan belaku di seluruh jalur KRL Jabodetabek tanpa harus membeli tiket setiap berpindah jalur dan berganti kereta. Tarif KLS:

  1. Ekonomi AC Rp. 65.000,-
  2. Ekonomi Rp. 15.000,-

Armada KRL

Tiga KRL Ekonomi (ki-ka): KRL Rheostat 19761984, KRL Holec 1996, dan KRL Rheostat 1986

Jalur komuter Jabotabek dilayani oleh beberapa tipe rangkaian. Selain KRL Ekonomi non-AC buatan Jepang dan Belanda, jalur ini pun dilayani dengan beberapa rangkaian bukan baru yang berasal dari Jepang. Semua lintas telah dielektrifikasi.

Ekonomi non-AC

KRL Ekonomi non-AC adalah unit armada KRL yang ditujukanuntuk masyarakat kelas ekonomi menengah-bawah. Kelas ini menggunakan armada KRL lama yang tidak menggunakan fasilitas pendingin udara (AC). Sejumlah rangkaian dibuat oleh Nippon Sharyo, Hitachi, dan BN-Holec.

KRL Ekonomi Holec

KRL Holec adalah unit KRL ekonomi termuda yang masih digunakan (meski tidak sebanyak dulu). KRL ini dibuat oleh Belanda dan melayani rute Ekonomi. Dari seluruh rangkaian ekonomi yang ada, KRL Holec tergolong paling sulit dirawat. Selain karena masalah suku cadang yang susah dicari (pabriknya sendiri sudah lama tutup), KRL ini pun juga sering mengalami mogok karena kelebihan beban. Sehingga banyak KRL eks Holec yang rusak, dijadikan KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang dioperasikan di beberapa kota di luar Jakarta. “Rekondisi” KRL Holec adalah KRDE yang dioperasikan di rute YogyakartaSolo (Prameks), dan PadalarangCicalengka (Baraya Geulis).

KRL Ekonomi Rheostatik (seri KL3)

KRL Ekonomi Rheostat 19761987 di stasiun Jakarta Kota.

KRL Ekonomi Rheostat buatan 1986 di dekat stasiun Palmerah

Sebagian besar rangkaian yang digunakan adalah buatan Jepang dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi rheostat. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi. Untuk KRL rheostat buatan pabrik Nippon Sharyo tahun 1987 (lihat gambar tiga KRL,paling kanan), rangkaian ini dulunya melayani rangkaian Pakuan Ekspres tahun 90-an. Setelah KRL Hibah (Tōei seri 6000) datang, KRL ini mulai terlupakan dan dijadikan rangkaian KRL Ekonomi. Khusus untuk KRL Rheostat yang datang pada tahun 1986-1987, bodinya sudah stainless steel dan merupakan KRL AC pertama di Indonesia. Untuk KRL buatan Nippon Sharyo tahun 1976, kereta ini sudah dicat ulang beberapa kali dari warna lamanya. Semula berwarna merah polos dengan ‘wajah’ kuning terang, kemudian putih-hijau (lihat gambar tiga KRL, paling kiri), dan kini kuning kecoklatan. Kedua KRL ini mulanya seperti KRL Ekonomi AC atau Ekspres, yakni pintunya dapat tertutup secara otomatis, dan cukup nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu kedua KRL ini menurun kondisinya menjadi seperti sekarang ini.

Mulai 2010, KRL ini menggunakan skema warna putih dengan garis oranye di tengah. Pada 2009, juga telah dioperasikan KRL dengan modifikasi kabin, yang bernama “Djoko Lelono”

KRL Hitachi di stasiun Gambir.

Bangkai KRL Hyundai

KRL Hitachi (Jepang-Indonesia)

KRL ini dibuat pada tahun 1997 di PT INKA bekerjasama dengan Hitachi, dibuat sebanyak 64 unit (8 set) berteknologi VVVF. Kereta ini memiliki ciri yang khas yaitu ketika mulai bergerak sangat halus dan tidak menyentak. Jenis KRL ini adalah yang digunakan untuk Pakuan Ekspres kelas bisnis sampai akhirnya turun tingkat ketika era Tōei seri 6000 datang dari Jepang.

KRL ABB Hyundai (Korsel-Indonesia)

KRL ini dibuat atas kerjasama antara PT INKA dan Hyundai,dirakit di PT INKA pada tahun 19851992 dibuat sebanyak 8 gerbong (2 set) berteknologi VVVF dan disebut-sebut merupakan prototype kereta maglev yang dikembangkan Hyundai untuk jalur SeoulPusan. Saat ini KRL ABB Hyundai telah dikonversi menjadi KRDE dan beroperasi di jalur SurabayaMojokerto (Arek Surokerto).

KRL Ekonomi AC dan Ekspres

KRL Ekonomi AC sama fungsinya dengan KRL Ekonomi non-AC, perbedaan yang signifikan hanya terletak di fasilitas yang lebih memadai (adanya AC, unit baru) dan harga karcisnya yang lebih mahal. Menggunakan unit armada yang sama dengan KRL Ekspres.

Sementara, KRL Ekspres adalah kelas tertinggi di jaringan Commuter Jabodetabek. Menggunakan unit yang sama dengan KRL Ekonomi AC, hanya berbeda di stasiun pemberhentian yang lebih terbatas, dan harga karcisnya yang lebih mahal.

KRL eks Tōei seri 6000

KRL eks Tōei seri 6000 di stasiun Jakarta Kota

KRL ini adalah KRL yang diimpor dari perusahaan KA milik Biro Transportasi Pemerintah Daerah Tokyo (Tōei), dalam rangka kerjasama strategis Indonesia-Jepang saat itu. Meramaikan jalur Jabotabek mulai tahun 2000, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). Karena asalnya, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.

Pada mulanya, didatangkan 72 unit kereta dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 kereta (set 6121F, 6161F, 6171F), sedangkan sisanya dijadikan enam kereta per rangkaiannya.

Sebagian rangkaian 6 kereta menggunakan kabin modifikasi, yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai.

KRL eks Tōkyū Corporation

KRL eks Tōkyū 8007F

KRL eks Tōkyū seri 8000 di dipo Depok

KRL eks Tōkyū seri 8500

KRL eks Tōkyū seri 8500 (8513F Jalita) di stasiun Bogor

KRL eks Tōkyū Corporation mulai meramaikan armada komuter Jabodetabek sejak masuknya rangkaian seri 8000 dan 8500. KRL ini diimpor dari Jepang dengan harga sekitar 800 juta per unit, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta. Berkat perawatan yang baik, KRL Tōkyū selama ini jarang bermasalah dan dapat dioperasikan sampai sepuluh tahun mendatang di Jabodetabek.

Rincian Stanformasi:

  1. 8003F: 8003-8202-8104-8263-8142-8213-8103-8004 (warna hijau-kuning)
  2. 8007F: 8007-8245-8107-8260-8137-8204-8108-8008 (warna hijau-kuning)
  3. 8039F: 8039-8248-8158-8218-8164-8249-8159-8040 (warna biru-kuning)
  1. 8604F: 8604-8704-8904-8825-8719-8909-8804-8504 dengan warna hijau-kuning
  2. 8607F: 8607-8707-8948-8828-8743-8924-8807-8507 dengan warna biru-kuning
  3. 8608F: 8608-8708-8949-8829-8744-8925-8808-8508 dengan warna biru-kuning
  4. 8610F: 8610-8710-8951-0815-0715-8927-8810-8510 dengan warna biru-kuning
  5. 8611F: 8611-8711-8911-8832-8735-8928-8811-8511 dengan warna biru-kuning
  6. 8612F: 8612-8712-8912-0817-0717-8929-8812-8512 dengan warna hijau-kuning
  7. 8613F: 8613-8713-8913-0800-8796-8930-8813-8513 dengan warna merah-kuning
  8. 8618F: 8618-8724-8935-8855-8753-8954-0811-8518 dengan warna biru-kuning

 KRL eks JR East seri 103

Depok Ekspres JR East seri 103

KRL eks East Japan Railway Company seri 103 didatangkan pada 2004. KRL seri 103 ini adalah salah satu rangkaian yang mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan rangkaian lain yang memiliki 8 kereta.

KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok dengan formasi 2 set (2 rangkaian x 4 kereta).

Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong. Rincian:

  • 103-815F (103-815,103-752,102-2009,103-822)
  • 103-105F (103-105,102-231,103-246,103-359)
  • 103-597F (103-597,103-654,102-810,103-632)
  • 103-153F (103-153,102-321,103-210,103-384)

Tergantung daripada PTKA, susunan rangkaian dapat saja berbeda.

Tōyō Rapid seri 1000

KRL eks-Tōyō Rapid seri 1000

KCJ seri 05 eks-Tōkyō Metro Tōzai Line

Jabodetabek seri 5000 eks-Tōkyō Metro Tōzai Line

KRL eks TOKYO METRO 7000 DAN 05

  • KRL eks Tōyō Rapid seri 1000 (1091F, 1081F, 1061F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 1061F: 1061-1062-1063-1064-1065-1066-1069-1060 (1067 dan 1068 dilepas, warna Biru-Kuning dengan corak Batik)
  2. 1081F: 1081-1082-1083-1084-1085-1086-1089-1080 (1087 dan 1088 dilepas, warna Biru-Kuning)
  3. 1091F: 1091-1092-1093-1094-1095-1096-1099-1090 (1097 dan 1098 dilepas, warna Biru-Kuning)

KRL eks Tōkyō Metro

  • KRL eks Tōkyō Metro seri 05 mulai tiba di Jakarta Agustus 2010. Saat ini, 5 rangkaian yang dipesan sudah seluruhnya datang.

Rincian:

  1. 05 102F: 05 102-202-302-602-702-802-902-002 (05 402-502 dilepas, warna Merah-Kuning dengan garis Putih)
  2. 05 107F: 05 107-207-307-607-707-807-907-007 (05 407-507 dilepas, warna Merah-Kuning dengan garis Putih)
  3. 05 108F: 05 108-208-308-408-508-608-708-808-908-008
  4. 05 109F: 05 109-209-309-409-509-609-709-809-909-009
  5. 05 110F: 05 110-210-310-410-510-610-710-810-910-010
  • KRL eks Tōkyō Metro seri 5000 (5809F/59F, 5816F/66F, 5817F/67F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 59F/5809F: 5809-5312-5631-5314-5607-5215-5326-5009 (5215 dan 5326 bertukar tempat dengan 5675 dan 5313, warna silver dengan strip biru-kuning)
  2. 66F/5816F: 5816-5245-5630-5363-5688-5905-5247-5016 (5905 dan 5247 bertukar tempat dengan 5346 dan 5631, warna silver dengan strip biru-kuning)
  3. 67F/5817F: 5817-5246-5632-5359-5127-5927-5251-5017 (5927 dan 5251 bertukar tempat dengan 5650 dan 5234, warna silver dengan strip biru-kuning)
  • KRL eks Tōkyō Metro seri 7000, (7117F, 7121F, 7122F, 7123F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 7117F: 7117-7217-7317-7417-7517-7617-7917-7017 (7717 dan 7817 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  2. 7121F: 7121-7221-7321-7421-7521-7621-7921-7021 (7721 dan 7821 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  3. 7122F: 7122-7222-7322-7422-7522-7622-7922-7022 (7722 dan 7822 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  4. 7123F: 7123-7223-7323-7423-7523-7623-7923-7023 (7723 dan 7823 dilepas, warna merah-putih-kuning)

KRLI di stasiun Manggarai.

KRLI dibuat tahun 2000, sebagai hasil produk PT Inka yang merupakan pabrik kereta api nasional. Dengan alasan biaya pengadaan yang terlalu tinggi dan sering bermasalah, tidak banyak KRLI yang digunakan. Pada masa pendesain, KRL ini disebut sebagai KRL Prajayana. KRLI yang digunakan oleh PTKA pada awalnya terdiri dari 2 rangkaian, masing-masing dengan empat gerbong. Namun, KRLI generasi pertama (yang menggunakan warna oranye) dikembalikan lagi ke INKA oleh PTKA akibat sering mogok dan bermasalah. Kini, KRLI yang digunakan adalah KRL dengan warna hijau-ungu dan biru.

KRL i9000 KfW-Bombardier-INKA

KRL ini baru dibuat tahun 2010 dan saat ini masih berada di komplek INKA

Kedatangan KRL Baru

Tahun ini telah didatangkan KRL Tokyo Metro 6000 Chiyoda Line sebanyak 2 set dan saat ini sedang berada di Balai Yasa Manggarai.

Kemudian, akan didatangkan juga KRL JR East 203 sebanyak 2 set, dan KRL Tokyo Metro 05 Tozai Line lainnya sebanyak 5-6 set.

Stasiun

Stasiun Gambir, di jalur layang.

Selain sebagai tempat tunggu penumpang, pengelola kereta komuter akan mengembangkan setiap stasiun menjadi tempat komersial. Sehingga di dalam stasiun nantinya juga terdapat restoran, toko sovenir, dan ATM bank. Saat ini baru stasiun besar seperti Jakarta Kota, Gambir, Pasar Senen, dan Jatinegara yang sudah dikembangkan menjadi tempat komersial. Sedangkan stasiun Sudirman masih dalam proses pembangunan. Pada ruas jalur Manggarai-Jakarta Kota yakni dari Cikini sampai Jayakarta, stasiun dibangun dalam tiga lantai, karena jalur KRL pada ruas jalur tersebut berada di jalur layang/elevated (di atas jalanan umum, ditopang oleh tiang penyangga). Lantai 1 dan 2 diperuntukan sebagai tempat komersial, dan lantai 3 sebagai tempat tunggu penumpang.

Beberapa contoh stasiun utama :

Masalah Umum

Tipikal keadaan KRL Ekonomi yang sedang penuh penumpang.

KRL Ekonomi adalah salah satu kereta paling sibuk di Indonesia, dengan jadwal komuter yang biasa dipenuhi oleh penumpang karena tarifnya lebih murah dibanding KRL kelas Ekspres / Eksekutif (lihat gambar sebelah kiri). Penumpang bergelantungan di pintu gerbong, di sambungan antar gerbong, dan di atas gerbong yang tentu membahayakan nyawa mereka, demi untuk terhindar dari petugas pengecek karcis. Tidak jarang penumpang KRL Ekonomi tewas karena melakukan hal-hal tersebut. Selain itu, di KRL Ekonomi juga banyak sekali pencopet dan pedagang asongan yang menggangu[rujukan?].

Sementara, masalah lainnya adalah kurangnya perawatan terhadap unit kereta. Fasilitas penunjang seperti palang pintu perlintasan pun kadang sudah rusak, sehingga tidak bisa menutup. Kurangnya disiplin para pengendara kendaraan bermotor mengakibatkan banyak mobil atau motor pribadi ditabrak oleh kereta. Kelalaian petugas atau masinis juga kadang membahayakan kereta dan juga pengendara kendaraan bermotor. Contohnya lupa menutup palang perlintasan kereta, ataupun pelanggaran sinyal, yang mengakibatkan banyak kecelakaan kereta; contohnya peristiwa Bintaro 1987.

Fasilitas stasiun seperti tempat duduk, penerangan, dan keamanan sangat tidak memadai. Pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari, banyak penumpang yang berdiri. Selain itu, stasiun juga sering dipenuhi oleh warga tuna wisma yang memanfaatkan stasiun sebagai tempat tinggal mereka. Banyaknya stasiun yang tidak berpagar serta tidak adanya petugas yang memeriksa penumpang di pintu masuk/keluar stasiun, mengakibatkan banyaknya penumpang KRL yang tidak membeli karcis.

Ditambah lagi, KRL Ekspress jurusan mana pun akan dihapus oleh PT.KAI Commuter pada 1 Juni 2011 dan Kereta Ekspress akan berhenti di setiap stasiun dan pemberhentiannya akan sampai Stasiun Manggarai. PT.KAI Commuter akan membuka jalur kereta yang disebut KRL Commuter Line

About purwojaya

I Love Train
This entry was posted in Train. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s