Jenis Bogie

Jenis bogie KA Penumpang

 

a.         Bogie kereta penumpang

            Jenis atau tipe bogie yang digunakan pada kereta penumpang paling banyak, mengingat diproduksi oleh berbagai pabrik diberbagai negara dan sampai sekarang masih terdapat kereta yang berumur lebih dari 50 tahun. Setiap jenis bogie mempunyai nama yang berupa nama pabrik, nama asal negara pembuat atau seri suatu bogie, namun di PT Kereta Api (Persero) memberikan nama berdasarkan bentuk dan ciri kotsk gandar agar lebih mudah dikenal secara visual yaitu: K2, K3, K4, dan seterusnya.

 

  1. Bogie Pennsylvania (K2)

Populasi bogie Pennsylvania/USA sudah hampir punah, pernah digunakan pada kereta kelas 3 lokal(K3)dan kereta bagasi (B) yang dibuat sekitar tahun 1954. Bogie ini merupakan satu-satunya jenis bogie yang menggunakan batang penghubung antara periuk gandar yang satu dengan yag lainnya. Pegas primer menggunakan pegas ulir sedangkan pegas sekunder menggunakan pegas daun, tanpa dilengkapi peredam kejut.

 

  1. Bogie Cradle (K3)

Bogie jenis cradle juga sudah hampir punah, masih ada pada kereta ukur DINW-1 atau U-25301 buatan tahun 1925 yang telah mengalami modifikasi dari plain bearing menjadi roller bearing, dan sekarang berada di Balai Yasa Manggrai. Ada satu lagi kereta inspeksi divre 1 Sumatera Utara yang menggunakan bogie Cardle. Pegas primer menggunakan pegas daung yang dikombinasikan dengan pegas ulir, sedangkan pegas sekunder menggunakan pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut.

 

  1. Bogie SIG atau NT.504(K4)

Bogie jenis ini digunakan pada penumpang kelas 3 (K3) dan populasinya tinggal sedikit, yaitu pada kereta buatan 1963/1964. Pegas primer pada bogie ini adalah pegas ulir yang dilengkapi peredam kejut yang berfungsi juga sebagai pengarah gandar, sedangkan pegas sekunder menggunakan pegas torsi tanpa peredam kejut.

 

  1. Bogie NT 11 (K5)

Bogie NT 11 adalah bogie dengan populasi terbanyak di Indonesia, dan digunakan pada kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi. Bogie ini mengunakan pegas ulir sebagai primer maupun sekunder, yang dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal pada pemegasan sekunder. Kereta-kereta yang menggunakan bogie NT 11 diproduksi oleh berbagai pabrik Yugoslavia, Hongaria, Jepang, PT. INKA (Indonesia). Selama ini dinilai bahwa bogie NT 11 merupakan jenis bogie yang paling sesuai dengan kondisi jalan rel di Indonesia. Kereta-kereta baru dari PT INKA seperti Gajayana, Harina, Argo Gede, dan kereta kelas 3 mengggunakan bogie K5 yang sepenuhnya dirancang dan dibat PT INKA yaitu TB 398 ( Triler Bogie desain K3 tahun 1998).

 

  1. Bogie Ferrostahl (K6)

Bogie Ferrostahl digunakan pada kereta kelas 3 dan kereta makan kelas 3 (KM 3) dengan populasi tinggal sedikit, dibuat pada 1965/1966 di Jerman.  Pegas primer pada bogie ini menggunakan pegas ulir dan pegas sekunder adalah pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut.

 

  1. Bogie Gorlitz (K7)

Bogie Gorlitz digunakan pada kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi dengan populasinya yang tidak begitu banyak. Pegas primer aupun sekunder menggunakan pegas ulir dan dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal dan lateral. Bogie Gorlitz merupakan bogie yang tidak mengunakan pelat gesek sebagai pengarah periuk gandar.

 

  1. Bogie NT 60 (K8)

Bogie NT 60 adalah bogie generasi baru yang dibuat PT INKA untuk kereta kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Pegas primer menggunakan pegas karet (connical rubber bonded) dan pegas sekunder menggunakan pegas ulir yang dilengkapi peredam kejut. Bogie NT 60 merupakan bogie pertama, tanpa menggunakan pelat gesek pada pengarah gandar maupun batang ayun.

 

  1. Bogie Bolsterless (K9)

Bogie Bolsterless adalah bogie generasi terbaru pada kereta penumpang yang dibuat pada tahun 1997 untuk kelas eksekutif Kereta pada KA Argo Bromo Anggrek, Argo Muria, dan Argo Sindoro. Pada bogie ini digunakan pegas karet konus sebai primer dan pegas udara (Air Spring) sebagai pegas sekunder dilengkap dengan peredam kejut dan andi roll device.

 

Pada kereta penumpang jenis bogie akan tampak pada nomor seri yang tertulis di dinding. Demikian juga kereta makan, pembangkit, dan bagasi.

 

Contoh:

K1 84505 artinya kereta kelas 1, dibuat tahun 1984, menggunakan bogie K5/NT 11 dengan nomor urut 5.

 

Bogie K4

 

 

 

 

 

              

 

 

Bogie K5                                                                     Bogie K6

 

 

 

Bogie K7                                                                     Bogie K8

 

 

 

            

Bogie K9                                                                                 Bogie KRL-I                                                                                                                          

 

 

Bogie KRL Rheostatik

 

Posted in Train | Leave a comment

KA Purwojaya

Kereta api Purwojaya melayani pemerjalan koridor CilacapPurwokertoJakarta dengan kapasitas 584 tempat duduk dan menyediakan layanan kelas bisnis dan eksekutif. Peluncuran pedana KA Purwojaya dilakukan pada awal Maret 1995.

Perjalanan sejauh 454 km ditempuh dalam waktu 7 jam dan hanya berhenti di Stasiun Gumilir, Maos, Kroya, Purwokerto, Bekasi, Jatinegara. Rangkaian kereta api ini terdiri dari 4  kereta kelas eksekutif dan 5 kereta kelas bisnis, pada weekend atau pada saat hari raya maka rangkaian menjadi 5 Kereta kelas Eksekutif dan 5 kereta kelas bisnis. Alternatif perjalanan ditawarkan malam hari dari Cilacap – Jakarta dan siang hari dari arah sebaliknya. Uniknya Kereta api ini TIDAK BERHENTI di stasiun Cirebon.

Kereta ini Berangkat dari Stasiun Cilacap pada pukul 18.30. dan dari arah sebaliknya yaitu Stasiun Gambir pukul 06.30.

Posted in Train | 2 Comments

KRL Jabodetabek di Indonesia

KRL Jabotabek (yang sekarang dikenal bernama KA Commuter Jabodetabek) adalah jalur kereta rel listrik yang dioperasikan oleh PT KAI Divisi Jabotabek sebelum berubah nama menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek. KRL Jabotabek telah beroperasi sejak tahun 1976, yang melayani rute komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serpong

KRL yang melayani jalur ini terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas ekonomi, kelas ekonomi AC, dan kelas ekspres yang menggunakan pendingin udara.

Jalur komuter Jabodetabek melewati beberapa stasiun besar seperti Jakarta Kota, Gambir, Gondangdia, Jatinegara, Pasar Senen, dan Manggarai.

Sejarah pendirian KA Commuter Jabodetabek

PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.

Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.

PT KAI Commuter Jabodetabek ini akhirnya resmi menjadi anak perusahaan PT Kereta Api (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akte Pendirian No. 415 Notaris Tn. Ilmiawan Dekrit, S.H.

Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta. Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT Kereta Api (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT Kereta Api (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek. Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter” saja) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabodetabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

Rute KRL normal dengan nama-nama stasiun

Rute KRL ekspres

Rute Pusat / Lingkar Kota

Jalur ini melingkari pusat kota (downtown) Jakarta yang menghubungkan Manggarai, Sudirman, Tanahabang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai.

KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi AC Ciliwung beroperasi sejak 30 November 2007 yang berhenti di setiap stasiun. Pada tahap awal dijalankan untuk jalur lingkar kanan (searah jarum jam) dari Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai.

Harga karcis untuk satu putaran ataupun satu stasiun (tarif rata) adalah Rp 3.500.

Jalur Bogor/Selatan

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanah Abang ke stasiun Depok hingga Stasiun Bogor, dan melewati beberapa stasiun seperti Juanda, Gambir, Manggarai, Pasar Minggu, Universitas Indonesia, Citayam, dan Bojong Gede.

Layanan KRL di jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor yang berhenti di setiap stasiun kecuali stasiun Gambir.

Tarif Karcis:

  1. Bogor – Depok Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 2.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 60.000,-
  2. Bogor – Bojonggede s/d Depok. Rp. 1.500,-
  3. Bogor – Cilebut Rp. 1.000,-
  4. Cilebut – Pasar Minggu Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 2.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 50.000,-
  5. Cilebut – Depok Baru s/d Pasar Minggu Rp. 1.500,-
  6. Cilebut – Bojonggede s/d Depok Rp. 1.000,-
  7. Depok – Pasar Minggu Baru s/d Jakarta Kota/Tanah Abang Rp. 1.500,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 45.000,-
  8. Depok – Pasar Minggu Rp. 1.000,-
  9. Pasar Minggu – Jakarta Kota/Tanah Abang P.P. Rp. 1.000,- , KTB (Kartu Trayek Bulanan) Rp. 35.000,-

(Tarif sama berlaku pada arah sebaliknya)

  • KRL Ekonomi AC relasi Bogor/Bojonggede/Depok-Jakarta Kota/Tanah Abang/Angke yang berhenti di setiap stasiun kecuali di stasiun Gambir (berjalan langsung).

Tarif karcis rata, Rp 5.500,- , KTB Rp 185.000,- , dan Kartu Langganan Sekolah Rp. 65.000,-.

  • KRL Pakuan Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok (tidak setiap rangkaian), Bojong Gede, dan Bogor.

Harga karcis adalah Rp 11.000,-

  • KRL Bojonggede Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bojonggede P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Universitas Indonesia (tidak setiap rangkaian), dan berakhir di stasiun Bojonggede.

Harga karcis adalah Rp 11.000,-.

  • KRL Depok Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Depok P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok Baru (tidak setiap rangkaian), dan berakhir di stasiun Depok.

Harga karcis adalah Rp 9.000,-.

Jalur Bekasi/Timur

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanahabang/Tanjung Priok ke Stasiun Bekasi hingga Cikarang, dan melewati beberapa stasiun seperti Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, Klender, Cakung, Kranji, Tambun, dan Cibitung.

Beberapa KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun, dengan jurusan:
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Pasar Senen
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Juanda
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Tanah Abang

Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Bekasi) adalah Rp 1.500 dan abodemen Rp 45.000, sedangkan tarif Jakarta Kota-Klender Baru hanya sebesar Rp 1.000

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanjung Priok-Cikarang yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Cikarang) adalah Rp 2.000 dan abodemen Rp 45.000

  • KRL Ekonomi AC Jakarta Kota/Tanjung Priok-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis adalah Rp 4.500

  • KRL Bekasi EkspresJakarta Kota/Tanah Abang-Bekasi, dengan jurusan:
    • Jakarta Kota-Bekasi, yang berhenti di stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Klender Baru, Cakung (tidak setiap rangkaian), Kranji, dan Bekasi.
    • Tanah Abang-Bekasi, yang berhenti di stasiun Sudirman, Klender Baru, Kranji dan Bekasi.

Harga karcis adalah Rp 9.000

Jalur Serpong/Barat

Jalur ini menghubungkan stasiun Tanah Abang/Manggarai/Jakarta Kota ke stasiun Serpong, dan melewati beberapa stasiun seperti Sudirman, Palmerah, Kebayoran, Pondokranji, Sudimara, dan Rawabuntu.

Diperkirakan pada 2012, layanan KRL akan diperpanjang secara resmi sampai dengan stasiun Maja. Selama ini, hanya KRL Ekonomi AC Ciujung pada siang hari yang perjalanannya diperpanjang sampai stasiun Parungpanjang.

Layanan KRL di jalur ini:

  • KRL Ekonomi Serpong-Tanah Abang yang berhenti di setiap stasiun.

Harga Karcis Rp. 1.500,-

  • KRL Sudirman Ekspres Manggarai-Serpong P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Sudirman, Tanah Abang, Palmerah , Pondok Ranji, Sudimara, dan Serpong.
  • KRL Serpong Ekspres Jakarta Kota-Serpong P.P. yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Kampung Bandan, Tanah Abang, Palmerah , Pondok Ranji, Sudimara, dan Serpong.

Harga karcis sebesar Rp 8.000,-

  • KRL Ekonomi AC (Ciujung) Tanah Abang-Serpong yang berhenti di setiap stasiun.

Harga karcis sebesar Rp 4.500,- (Manggarai/Tanah Abang-Serpong P.P.) dan Rp. 5.000 (Manggarai/Tanah Abang-Parung Panjang P.P.)

Selain itu, jalur ini juga dilayani oleh KA ekonomi langsam dan KA patas dengan tujuan Jakarta Kota/Tanah Abang – Rangkasbitung sampai dengan Merak.

[sunting] Rute Barat

Beberapa KRL yang melayani jalur ini:

  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Tangerang yang berhenti di setiap stasiun.
  • KRL Benteng Ekspres Jakarta Kota/Manggarai-Tangerang yang berhenti di beberapa stasiun seperti Kampung Bandan, Duri, Dukuh Atas, dan Poris.

Rute Wisata

Sejak Juli 2005, PT KAI Commuter Jabotabek bekerjasama dengan PT. Taman Impian Jaya Ancol menyediakan kereta wisata pada hari Minggu dan libur. Kereta wisata ini berangkat dari Bogor, Bekasi, Serpong, dan Tangerang dengan tujuan akhir Ancol. Harga tiket Rp 22.500 untuk pulang-pergi ditambah tiket masuk Ancol.[2]

[sunting] Tiket Berlangganan Pelajar Sekolah

Untuk memudahkan pada pelajar SD/SMP/SMA dan sederajat untuk berpergian dengan KRL Jabodetabek ke sekolahnya, PT. KAI Commuter Jabodetabek juga mengeluarkan tiket berlangganan khusus Pelajar Sekolah Dasar dan Menengah, yang dinamakan Kartu Langganan Sekolah atau KLS. KLS Berlaku selama satu bulan tiap periodenya dan belaku di seluruh jalur KRL Jabodetabek tanpa harus membeli tiket setiap berpindah jalur dan berganti kereta. Tarif KLS:

  1. Ekonomi AC Rp. 65.000,-
  2. Ekonomi Rp. 15.000,-

Armada KRL

Tiga KRL Ekonomi (ki-ka): KRL Rheostat 19761984, KRL Holec 1996, dan KRL Rheostat 1986

Jalur komuter Jabotabek dilayani oleh beberapa tipe rangkaian. Selain KRL Ekonomi non-AC buatan Jepang dan Belanda, jalur ini pun dilayani dengan beberapa rangkaian bukan baru yang berasal dari Jepang. Semua lintas telah dielektrifikasi.

Ekonomi non-AC

KRL Ekonomi non-AC adalah unit armada KRL yang ditujukanuntuk masyarakat kelas ekonomi menengah-bawah. Kelas ini menggunakan armada KRL lama yang tidak menggunakan fasilitas pendingin udara (AC). Sejumlah rangkaian dibuat oleh Nippon Sharyo, Hitachi, dan BN-Holec.

KRL Ekonomi Holec

KRL Holec adalah unit KRL ekonomi termuda yang masih digunakan (meski tidak sebanyak dulu). KRL ini dibuat oleh Belanda dan melayani rute Ekonomi. Dari seluruh rangkaian ekonomi yang ada, KRL Holec tergolong paling sulit dirawat. Selain karena masalah suku cadang yang susah dicari (pabriknya sendiri sudah lama tutup), KRL ini pun juga sering mengalami mogok karena kelebihan beban. Sehingga banyak KRL eks Holec yang rusak, dijadikan KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang dioperasikan di beberapa kota di luar Jakarta. “Rekondisi” KRL Holec adalah KRDE yang dioperasikan di rute YogyakartaSolo (Prameks), dan PadalarangCicalengka (Baraya Geulis).

KRL Ekonomi Rheostatik (seri KL3)

KRL Ekonomi Rheostat 19761987 di stasiun Jakarta Kota.

KRL Ekonomi Rheostat buatan 1986 di dekat stasiun Palmerah

Sebagian besar rangkaian yang digunakan adalah buatan Jepang dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi rheostat. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi. Untuk KRL rheostat buatan pabrik Nippon Sharyo tahun 1987 (lihat gambar tiga KRL,paling kanan), rangkaian ini dulunya melayani rangkaian Pakuan Ekspres tahun 90-an. Setelah KRL Hibah (Tōei seri 6000) datang, KRL ini mulai terlupakan dan dijadikan rangkaian KRL Ekonomi. Khusus untuk KRL Rheostat yang datang pada tahun 1986-1987, bodinya sudah stainless steel dan merupakan KRL AC pertama di Indonesia. Untuk KRL buatan Nippon Sharyo tahun 1976, kereta ini sudah dicat ulang beberapa kali dari warna lamanya. Semula berwarna merah polos dengan ‘wajah’ kuning terang, kemudian putih-hijau (lihat gambar tiga KRL, paling kiri), dan kini kuning kecoklatan. Kedua KRL ini mulanya seperti KRL Ekonomi AC atau Ekspres, yakni pintunya dapat tertutup secara otomatis, dan cukup nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu kedua KRL ini menurun kondisinya menjadi seperti sekarang ini.

Mulai 2010, KRL ini menggunakan skema warna putih dengan garis oranye di tengah. Pada 2009, juga telah dioperasikan KRL dengan modifikasi kabin, yang bernama “Djoko Lelono”

KRL Hitachi di stasiun Gambir.

Bangkai KRL Hyundai

KRL Hitachi (Jepang-Indonesia)

KRL ini dibuat pada tahun 1997 di PT INKA bekerjasama dengan Hitachi, dibuat sebanyak 64 unit (8 set) berteknologi VVVF. Kereta ini memiliki ciri yang khas yaitu ketika mulai bergerak sangat halus dan tidak menyentak. Jenis KRL ini adalah yang digunakan untuk Pakuan Ekspres kelas bisnis sampai akhirnya turun tingkat ketika era Tōei seri 6000 datang dari Jepang.

KRL ABB Hyundai (Korsel-Indonesia)

KRL ini dibuat atas kerjasama antara PT INKA dan Hyundai,dirakit di PT INKA pada tahun 19851992 dibuat sebanyak 8 gerbong (2 set) berteknologi VVVF dan disebut-sebut merupakan prototype kereta maglev yang dikembangkan Hyundai untuk jalur SeoulPusan. Saat ini KRL ABB Hyundai telah dikonversi menjadi KRDE dan beroperasi di jalur SurabayaMojokerto (Arek Surokerto).

KRL Ekonomi AC dan Ekspres

KRL Ekonomi AC sama fungsinya dengan KRL Ekonomi non-AC, perbedaan yang signifikan hanya terletak di fasilitas yang lebih memadai (adanya AC, unit baru) dan harga karcisnya yang lebih mahal. Menggunakan unit armada yang sama dengan KRL Ekspres.

Sementara, KRL Ekspres adalah kelas tertinggi di jaringan Commuter Jabodetabek. Menggunakan unit yang sama dengan KRL Ekonomi AC, hanya berbeda di stasiun pemberhentian yang lebih terbatas, dan harga karcisnya yang lebih mahal.

KRL eks Tōei seri 6000

KRL eks Tōei seri 6000 di stasiun Jakarta Kota

KRL ini adalah KRL yang diimpor dari perusahaan KA milik Biro Transportasi Pemerintah Daerah Tokyo (Tōei), dalam rangka kerjasama strategis Indonesia-Jepang saat itu. Meramaikan jalur Jabotabek mulai tahun 2000, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). Karena asalnya, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.

Pada mulanya, didatangkan 72 unit kereta dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 kereta (set 6121F, 6161F, 6171F), sedangkan sisanya dijadikan enam kereta per rangkaiannya.

Sebagian rangkaian 6 kereta menggunakan kabin modifikasi, yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai.

KRL eks Tōkyū Corporation

KRL eks Tōkyū 8007F

KRL eks Tōkyū seri 8000 di dipo Depok

KRL eks Tōkyū seri 8500

KRL eks Tōkyū seri 8500 (8513F Jalita) di stasiun Bogor

KRL eks Tōkyū Corporation mulai meramaikan armada komuter Jabodetabek sejak masuknya rangkaian seri 8000 dan 8500. KRL ini diimpor dari Jepang dengan harga sekitar 800 juta per unit, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta. Berkat perawatan yang baik, KRL Tōkyū selama ini jarang bermasalah dan dapat dioperasikan sampai sepuluh tahun mendatang di Jabodetabek.

Rincian Stanformasi:

  1. 8003F: 8003-8202-8104-8263-8142-8213-8103-8004 (warna hijau-kuning)
  2. 8007F: 8007-8245-8107-8260-8137-8204-8108-8008 (warna hijau-kuning)
  3. 8039F: 8039-8248-8158-8218-8164-8249-8159-8040 (warna biru-kuning)
  1. 8604F: 8604-8704-8904-8825-8719-8909-8804-8504 dengan warna hijau-kuning
  2. 8607F: 8607-8707-8948-8828-8743-8924-8807-8507 dengan warna biru-kuning
  3. 8608F: 8608-8708-8949-8829-8744-8925-8808-8508 dengan warna biru-kuning
  4. 8610F: 8610-8710-8951-0815-0715-8927-8810-8510 dengan warna biru-kuning
  5. 8611F: 8611-8711-8911-8832-8735-8928-8811-8511 dengan warna biru-kuning
  6. 8612F: 8612-8712-8912-0817-0717-8929-8812-8512 dengan warna hijau-kuning
  7. 8613F: 8613-8713-8913-0800-8796-8930-8813-8513 dengan warna merah-kuning
  8. 8618F: 8618-8724-8935-8855-8753-8954-0811-8518 dengan warna biru-kuning

 KRL eks JR East seri 103

Depok Ekspres JR East seri 103

KRL eks East Japan Railway Company seri 103 didatangkan pada 2004. KRL seri 103 ini adalah salah satu rangkaian yang mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan rangkaian lain yang memiliki 8 kereta.

KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok dengan formasi 2 set (2 rangkaian x 4 kereta).

Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong. Rincian:

  • 103-815F (103-815,103-752,102-2009,103-822)
  • 103-105F (103-105,102-231,103-246,103-359)
  • 103-597F (103-597,103-654,102-810,103-632)
  • 103-153F (103-153,102-321,103-210,103-384)

Tergantung daripada PTKA, susunan rangkaian dapat saja berbeda.

Tōyō Rapid seri 1000

KRL eks-Tōyō Rapid seri 1000

KCJ seri 05 eks-Tōkyō Metro Tōzai Line

Jabodetabek seri 5000 eks-Tōkyō Metro Tōzai Line

KRL eks TOKYO METRO 7000 DAN 05

  • KRL eks Tōyō Rapid seri 1000 (1091F, 1081F, 1061F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 1061F: 1061-1062-1063-1064-1065-1066-1069-1060 (1067 dan 1068 dilepas, warna Biru-Kuning dengan corak Batik)
  2. 1081F: 1081-1082-1083-1084-1085-1086-1089-1080 (1087 dan 1088 dilepas, warna Biru-Kuning)
  3. 1091F: 1091-1092-1093-1094-1095-1096-1099-1090 (1097 dan 1098 dilepas, warna Biru-Kuning)

KRL eks Tōkyō Metro

  • KRL eks Tōkyō Metro seri 05 mulai tiba di Jakarta Agustus 2010. Saat ini, 5 rangkaian yang dipesan sudah seluruhnya datang.

Rincian:

  1. 05 102F: 05 102-202-302-602-702-802-902-002 (05 402-502 dilepas, warna Merah-Kuning dengan garis Putih)
  2. 05 107F: 05 107-207-307-607-707-807-907-007 (05 407-507 dilepas, warna Merah-Kuning dengan garis Putih)
  3. 05 108F: 05 108-208-308-408-508-608-708-808-908-008
  4. 05 109F: 05 109-209-309-409-509-609-709-809-909-009
  5. 05 110F: 05 110-210-310-410-510-610-710-810-910-010
  • KRL eks Tōkyō Metro seri 5000 (5809F/59F, 5816F/66F, 5817F/67F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 59F/5809F: 5809-5312-5631-5314-5607-5215-5326-5009 (5215 dan 5326 bertukar tempat dengan 5675 dan 5313, warna silver dengan strip biru-kuning)
  2. 66F/5816F: 5816-5245-5630-5363-5688-5905-5247-5016 (5905 dan 5247 bertukar tempat dengan 5346 dan 5631, warna silver dengan strip biru-kuning)
  3. 67F/5817F: 5817-5246-5632-5359-5127-5927-5251-5017 (5927 dan 5251 bertukar tempat dengan 5650 dan 5234, warna silver dengan strip biru-kuning)
  • KRL eks Tōkyō Metro seri 7000, (7117F, 7121F, 7122F, 7123F) masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

Rincian:

  1. 7117F: 7117-7217-7317-7417-7517-7617-7917-7017 (7717 dan 7817 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  2. 7121F: 7121-7221-7321-7421-7521-7621-7921-7021 (7721 dan 7821 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  3. 7122F: 7122-7222-7322-7422-7522-7622-7922-7022 (7722 dan 7822 dilepas, warna merah-putih-kuning)
  4. 7123F: 7123-7223-7323-7423-7523-7623-7923-7023 (7723 dan 7823 dilepas, warna merah-putih-kuning)

KRLI di stasiun Manggarai.

KRLI dibuat tahun 2000, sebagai hasil produk PT Inka yang merupakan pabrik kereta api nasional. Dengan alasan biaya pengadaan yang terlalu tinggi dan sering bermasalah, tidak banyak KRLI yang digunakan. Pada masa pendesain, KRL ini disebut sebagai KRL Prajayana. KRLI yang digunakan oleh PTKA pada awalnya terdiri dari 2 rangkaian, masing-masing dengan empat gerbong. Namun, KRLI generasi pertama (yang menggunakan warna oranye) dikembalikan lagi ke INKA oleh PTKA akibat sering mogok dan bermasalah. Kini, KRLI yang digunakan adalah KRL dengan warna hijau-ungu dan biru.

KRL i9000 KfW-Bombardier-INKA

KRL ini baru dibuat tahun 2010 dan saat ini masih berada di komplek INKA

Kedatangan KRL Baru

Tahun ini telah didatangkan KRL Tokyo Metro 6000 Chiyoda Line sebanyak 2 set dan saat ini sedang berada di Balai Yasa Manggarai.

Kemudian, akan didatangkan juga KRL JR East 203 sebanyak 2 set, dan KRL Tokyo Metro 05 Tozai Line lainnya sebanyak 5-6 set.

Stasiun

Stasiun Gambir, di jalur layang.

Selain sebagai tempat tunggu penumpang, pengelola kereta komuter akan mengembangkan setiap stasiun menjadi tempat komersial. Sehingga di dalam stasiun nantinya juga terdapat restoran, toko sovenir, dan ATM bank. Saat ini baru stasiun besar seperti Jakarta Kota, Gambir, Pasar Senen, dan Jatinegara yang sudah dikembangkan menjadi tempat komersial. Sedangkan stasiun Sudirman masih dalam proses pembangunan. Pada ruas jalur Manggarai-Jakarta Kota yakni dari Cikini sampai Jayakarta, stasiun dibangun dalam tiga lantai, karena jalur KRL pada ruas jalur tersebut berada di jalur layang/elevated (di atas jalanan umum, ditopang oleh tiang penyangga). Lantai 1 dan 2 diperuntukan sebagai tempat komersial, dan lantai 3 sebagai tempat tunggu penumpang.

Beberapa contoh stasiun utama :

Masalah Umum

Tipikal keadaan KRL Ekonomi yang sedang penuh penumpang.

KRL Ekonomi adalah salah satu kereta paling sibuk di Indonesia, dengan jadwal komuter yang biasa dipenuhi oleh penumpang karena tarifnya lebih murah dibanding KRL kelas Ekspres / Eksekutif (lihat gambar sebelah kiri). Penumpang bergelantungan di pintu gerbong, di sambungan antar gerbong, dan di atas gerbong yang tentu membahayakan nyawa mereka, demi untuk terhindar dari petugas pengecek karcis. Tidak jarang penumpang KRL Ekonomi tewas karena melakukan hal-hal tersebut. Selain itu, di KRL Ekonomi juga banyak sekali pencopet dan pedagang asongan yang menggangu[rujukan?].

Sementara, masalah lainnya adalah kurangnya perawatan terhadap unit kereta. Fasilitas penunjang seperti palang pintu perlintasan pun kadang sudah rusak, sehingga tidak bisa menutup. Kurangnya disiplin para pengendara kendaraan bermotor mengakibatkan banyak mobil atau motor pribadi ditabrak oleh kereta. Kelalaian petugas atau masinis juga kadang membahayakan kereta dan juga pengendara kendaraan bermotor. Contohnya lupa menutup palang perlintasan kereta, ataupun pelanggaran sinyal, yang mengakibatkan banyak kecelakaan kereta; contohnya peristiwa Bintaro 1987.

Fasilitas stasiun seperti tempat duduk, penerangan, dan keamanan sangat tidak memadai. Pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari, banyak penumpang yang berdiri. Selain itu, stasiun juga sering dipenuhi oleh warga tuna wisma yang memanfaatkan stasiun sebagai tempat tinggal mereka. Banyaknya stasiun yang tidak berpagar serta tidak adanya petugas yang memeriksa penumpang di pintu masuk/keluar stasiun, mengakibatkan banyaknya penumpang KRL yang tidak membeli karcis.

Ditambah lagi, KRL Ekspress jurusan mana pun akan dihapus oleh PT.KAI Commuter pada 1 Juni 2011 dan Kereta Ekspress akan berhenti di setiap stasiun dan pemberhentiannya akan sampai Stasiun Manggarai. PT.KAI Commuter akan membuka jalur kereta yang disebut KRL Commuter Line

Posted in Train | Leave a comment

KA Argo Parahyangan

Kereta Api Argo Parahyangan adalah kereta api yang dioprasikan PT. Kereta Api Indonesia (persero) jurusan Bandung (BD)-Jakarta (GMR) dan sebaliknya. Kereta Api ini adalah kereta api hasil peleburan KA Eksekutif Argo Gede dan KA Bisnis Eksekutif Parahyangan, yang telah dihentikan pengoprasiannya. KA Argo Parahyangan pertama kali dioprasikan pada Selasa, 27 April 2010 pada pkl. 05.30 WIB di Stasiun Bandung (BD) dan pkl 05.45 WIB di Stasiun Gambir (GMR) dengan semboyan 40 dari Stasiun Bandung (BD) dan Stasiun Gambir (GMR). Kereta api Argo Parahyangan adalah hasil respon PT. Kereta Api Indonesia (persero) atas kekecewaan masyarakat karena diberhentikannya pengoprasian KA Parahyangan.

Jadi, PT. KAI (persero) menggabungkan KA Parahyangan bersama rangkaian KA Argo Gede. Jadi rangkaian gerbong kelas bisnis bekas KA Parahyangan disambungkan dengan gerbong depan KA Argo Gede. Tetapi masyarakat tidak mau nama Parahyangan itu ditiadakan. Akhirnya, PT. KAI menggabungkan nama Argo Gede dan Parahyangan menjadi Argo Parahyangan (Argo Gede + Parahyangan = Argo Parahyangan). KA Argo Parahyangan menyediakan layanan kelas Eksekutif Argo yang memiliki pendingin udara dengan menggunakan gerbong bekas KA Argo Gede dan kelas Bisnis tanpa pendingin ruangan dengan menggunakan gerbong bekas KA Parahyangan. Frekuensi perjalanan KA Argo Parahyangan adalah 7 kali pada hari biasa dan 8 kali pada akhir pekan dan libur. Perjalanan Jakarta – Bandung sepanjang ± 173 km menelusuri alam pegunungan Priangan Bagian Barat ditempuh kereta ini dengan waktu rata-rata 3 jam 15 menit. Rangkaian Kereta Api Argo Parahyangan terdiri dari 2-3 gerbong kelas bisnis bekas KA Parahyangan, 1 Kereta Makan (restorasi) bekas KA Argo Gede, 3-4 gerbong kelas eksekutif argo bekas KA Argo Gede(K1), dan Kereta Pembangkit (MP) bekas KA Argo Gede. Kereta api ini menggantikan KA Parahyangan dan KA Argo Gede yang sebelumnya sudah beroprasi terlebih dahulu di jalur Bandung (BD)-Jakarta (GMR)selama 39 tahun untuk KA Parahyangan dan 15 tahun untuk KA Argo Gede.

Jadwal Kereta Api Argo Parahyangan

Jurusan Bandung-Jakarta(Gambir)

NOMOR KA JAM TARIF
BERANGKAT DATANG
ARGO_PARAHYANGAN
30019 05:30 08:43
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30021 06:30 09:55
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30023 11:30 15:02
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30025 15:00 18:15
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30027 16:30 19:41
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30029 20:05 23:30
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000

  Jurusan Jakarta(Gambir)-Bandung

NOMOR KA JAM TARIF
BERANGKAT DATANG
ARGO_PARAHYANGAN
30020 05:45 09:18
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30022 09:15 12:38
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30024 11:30 14:58
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30026 16:15 19:39
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30028 19:00 22:26
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
30030 20:25 23:46
BIS Rp. 30.000
EKSA Rp. 55.000
Posted in Train | Leave a comment

KA Bima

Kereta api Bima adalah nama kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api di Jawa dengan jurusan JakartaSurabaya lewat jalur selatan.

Kereta api Bima pertama kali diluncurkan pada tanggal 1 Juni 1967; mengawali sejarah pengoperasian kereta api berpengatur suhu ruangan/ Air Conditioner di Indonesia. KA ini melayani perjalanan koridor JakartaSurabaya lewat Yogyakarta. Nama Bima merupakan singkatan dari Biru Malam, karena pada awal peluncurannya rangkaian KA ini bercat biru dan beroperasi pada malam hari. Selain itu, kata Bima dianalogikan pula dengan nama dari salah satu tokoh pewayangan Bima yang memang digambarkan memiliki karakter tubuh tinggi besar, kokoh, kekar, kuat dan pemberani. Karakter itu dilekatkan pada KA Bima untuk menggambarkan kehandalan perjalanan dan kualitas pelayanannya yang selalu siap dalam berbagai cuaca.

Kelas

Di awal pengoperasiannya, KA Bima dilengkapi dengan kereta berfasilitas tempat tidur (couchette) dan eksterior kereta yang sengaja dicat dengan warna biru. Sejak tanggal 9 Juni 1990 KA Bima mengalami perubahan interior menjadi kereta kelas eksekutif dengan tetap dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC) dengan menghapus fasilitas kereta bertempat tidur. Perubahan layanan dilakukan lagi sejak tanggal 1 Agustus 2002 dengan mengganti rangkaian KA Bima dengan rangkaian kereta api sekelas Argo dengan kapasitas angkut sebanyak 400 orang (membawa rangkaian 8 kereta kelas eksekutif).

Stasiun

Perjalanan Jakarta KotaSurabaya Gubeng (825 km) melalui Lintas Selatan ditempuh dalam waktu kurang lebih 13 jam dan berhenti di stasiun Cirebon, Purwokerto,Stasiun Karanganyar, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Kertosono, dan Jombang. Selain itu, banyak penumpang KA Bima yang melanjutkan perjalanan ke Denpasar dengan menggunakan Kereta api Mutiara Timur.

kecelakaan

  • pada akhir tahun 2009,kereta api bima menabrak kereta api gaya baru malam selatan,di stasiun solo jebres,jawa tengah,mengakibatkan penumpang tewas mengenaskan,salah satunya polisi berpangkat brimob,mati karena tabrakan itu
Posted in Train | Leave a comment

Sembrani

Kereta api Sembrani melayani koridor Jakarta Kota via GambirSurabaya Pasarturi sejauh 725 km.

Peluncuran perdana KA Sembrani dilakukan pada tanggal 1 Oktober 1995. Produk ini merupakan pembaharuan dan inovasi dari KA Mutiara Utara yang sudah beroperasi mendahuluinya.

Kereta api yang memiliki kapasitas 416 tempat duduk ini (8 kereta kelas eksekutif) menawarkan alternatif perjalanan pada malam hari melalui lintas Utara Pulau Jawa dengan waktu tempuh sekitar 10 jam 30 menit dan hanya berhenti di Stasiun Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu dan Bojonegoro.

Sejak Oktober 2008, rangkaian KA Sembrani diubah menjadi rangkaian kereta (seperti) pesawat.

Interior

interior dan spektifikasi
No item keterangan
1 Interior Desain disesuaikan dengan aspek estetika, keselamatan & kenyamanan, dilengkapi peredam suara & isolasi panas tidak mudah terbakar
2 Tempat duduk * Kapasitas 52 tempat duduk perkereta

   * Reclining & revolving seat system
   * Dilengkapi meja lipat & sandaran kaki
   * Desain ergonomis
Leluasa & nyaman
3 pintu ruangan Sistem geser otomatis
4 Jendela Kaca tetap dupleks, lapisan laminasi isolator panas dilengkapi dengan tirai Ukuran & desain disesuaikan dengan aspek keselamatan & keamanan
5 Penyegar udara 2 set Air Conditioner (AC) tiap kereta Temperatur 21 – 260 C
6 jenis bogie K8/NT.60 dengan system suspense conical rubber bounded dan coil spring dilengkapi bolster anchor serta vertical shock absorber Memperhalus goncangan
7 Fasilitas keselamatan Tabung pemadam kebakaran, emergency brake
8 Fasilitas lainnya Audio/video, lampu baca, toilet

Nama Sembrani diambil dari cerita legenda masyarakat tempo dulu yang menggambarkan seekor kuda bersayap yang dapat terbang dan sangat berani. Dalam cerita pewayangan kuda Sembrani adalah kuda tunggangan Batara Wisnu. Sementara menurut hikayat rakyat Jawa, Sembrani merupakan alat transportasi bagi raja, ratu dan senopati yang konon menurut cerita bila bepergian selalu menggunakan kuda Sembrani agar dapat dengan mudah dan cepat sampai ditujuan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KA Argo Bromo Anggrek

KA Argo Bromo Anggrek adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan PT. Kereta Api Indonesia (persero) dengan jurusan Jakarta (GMR) ke Surabaya (SBI) dan sebaliknya dengan melalui jalur utara pulau Jawa sejauh 725 km yang ditempuh dalam waktu 9 jam. KA Argo Bromo Anggrek dengan kapasitas 350 penumpang dengan membawa 7 rangkaian gerbong kelas eksekutif argo anggrek (K9) dan sepanjang perjalanan kereta api Argo Bromo Anggrek hanya berhenti di Semarang Tawang, Pekalongan dan Jatinegara (arah Jakarta).

KA Argo Bromo Anggrek mulai dioperasikan pada tanggal 24 September 1997. Produk ini merupakan pengembangan dari KA Argo Bromo JS-950 yang diresmikan pertama kali perjalanannya oleh Presiden RI pada tanggal 31 Juli 1995 menandai Hari Teknologi Nasional 12 Agustus 1995.

Brand Bromo diambil dari nama satu gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Panorama Wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.392 m ini selain menyimpan makna ritual cultural dan religius juga menyajikan keindahan kawah dan keasrian alam lingkungannya yang membuat kawasan Gunung Bromo menjadi sangat terkenal dan menjadi salah satu tujuan wisata utama turis domesyik maupun mancanegara. Sebutan Anggrek digunakan untuk menandai adanya derivative merk dari produk sebelumnya, sehingga warna eksterior kereta tersebut disesuaikan dengan paduan warna setangkai bunga anggrek.

KA Argo Bromo Anggrek menyediakan sarana hiburan selama dalam perjalanan berupa tayangan audio/video (Show On Rail). Selain sarana hiburan penumpang dapat juga memesan makanan dan minuman sesuai dengan menu pilihan yang disediakan dan bisa dinikmati baik di tempat duduk masing-masing maupun di kereta restorasi yang didesain sebagai mini bar yang dilengkapi dengan fasilitas untuk berkaraoke. Semua ini sengaja didesain untuk membuat penumpang seolah-olah berada di dalam hotel berjalan, sehingga perjalanan bersama Argo Bromo Anggrek diharapkan dapat menghemat biaya akomodasi hotel dan setibanya di tujuan dalam kondisi fresh. Untuk sementara sejak Desember 2010, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek diganti dengan gerbong KA Sembrani kelas eksekutif (seperti) pesawat dan gerbong KA lain kelas eksekutif argo standar (K1) karena rangkaian gerbong kelas eksekutif argo anggrek (K9) sedang direnovasi di INKA Madiun. Nantinya rangkaian gerbong KA Argo Bromo Anggrek kelas argo anggrek (K9) akan memiliki eksterior putih dan bergaris hijau sepanjang rangkaian dan di samping ada tulisan ‘GO GREEN’. Rangkaian ini sebagian besar sudah selesai di INKA Madiun, dan nanti akan siap menghiasi panorama alam pulau Jawa bagian utara. Rangkaian KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 5-7 gerbong kelas eksekutif argo anggrek (K9), 1 kereta makan kelas eksekutif argo anggrek (KM), 1 kereta pembangkit (MP), dan 1 kereta barang (B).

Tabel interior kereta api Argo Bromo Anggrek

Interior kereta api Argo Bromo Anggrek
No item keterangan
1 Interior: Desain disesuaikan dengan aspek estetika, keselamatan & kenyamanan, dilengkapi peredam suara & isolasi panas tidak mudah terbakar
2 jendela: Kaca tetap dupleks, lapisan laminasi isolator panas dilengkapi dengan tirai Ukuran & desain disesuaikan dengan aspek keselamatan & keamanan
3 pintu ruangan: Sistem geser otomatis
4 penyegar udara: 2 set Air Conditioner (AC) tiap kereta Temperatur 21 – 260 C
5 jenis bogie: K9/ CL243 bolsterless, dengan system suspensi ganda : conical rubber bounded dan air spring (pegas udara) serta dilengkapi vertical & horizontal shock absorber Memperhalus goncangan
6 tempat duduk: * Kapasitas 50 tempat duduk perkereta

   * Reclining & revolving seat system
   * Dilengkapi meja lipat & sandaran kaki
   * Desain ergonomis
Leluasa & nyaman
7 Fasilitas keselamatan: Tabung pemadam kebakaran, emergency brake
8 fasilitas lainnya: Audio/video, majalah, koran, lampu baca, toilet
Posted in Train | Leave a comment